segala pengap berkumpul
dalam kubus biru
diterkam gerah tak berkesudahan
kadang dikunjungi semut buah
sekeliling penuh bercak rembesan hujan
agak mengelupas diperkosa sendiri
kubus bercampur elips di pojokan
jejak hardikan masih membekas
tak musnah ditelan abad
jarum jam lari terbirit-birit
mengejar perkara yang terlewatkan
mundur tanpa sepatu kulit
melangkah tanpa bekas setapak
serta merta dipan usang
tuntaskan malamku yang dicuri hujan
tanpa mengoyak lengan kusutmu
bulan sumringah,
aku durhaka kepada sore
ia yang menetaskan prahara kami
menjadikan sejerat simpul
bertaut menit-menit
lenyap separuh runtut
tergradasi fatamorgana yang gulita
dalam bebiruan ini
kucuri ketenangan paling hakiki
(Februari - 2013)