firasat ini terlalu kuat jika harus bermuara dalam benakmu, sayang. aku menyimpan seluruh kesucian pandangan agar kelak nantinya kau dapatkan apa yang kausebut itu sebagai anugerah. biarkan tubuh kita basah diguyur konflik. jangan pernah mencoba untuk menghindarinya, sayang. biarpun aku harus menggigil karena berusaha bertahan dari cuaca sikapmu yang dingin. biarkan meski aku harus hipothermia dan sulit untuk menelan kepastian.
jika kau telusuri lebih dalam lagi, sorot mataku, akan kau dapati seribu kerangka bayangan peristiwa yang acapkali mencekik leherku. bukankah organ jantung sedang bekerja sesuai perkiraan, bilamana menjumpai --yang kerap mereka definisikan sebagai soulmate-- atau separuh dari jiwa yang fiktif, lalu jantung akan bekerja lebih sempurna? ia tak akan lupa mengabsen kehadiran belahan jiwanya di tiap degupan yang selaras dengan ingatan :).
lalu, untuk apa kucemburui wanita itu? padahal ia tak pernah sedikitpun kauijinkan untuk sekedar menyentuh labirin bayangmu. lalu, untuk apa selalu kupitam janjimu ketika aroma ringkihnya mulai tercium di sudut rahangmu? untuk apa? lalu apa?
cermati kerja jantung milikmu, masihkah ia berdenyut teratur seirama dengan tetubi tusukan belati di milikku?
Showing posts with label cemburu. Show all posts
Showing posts with label cemburu. Show all posts
Tuesday, March 13, 2012
Wednesday, February 1, 2012
Kidung Cemburu
semula berkarib gelisah
tak sempat menafsirkan redup
pun kelak diibaratkan lentera
menyulut
mengecam
kuarsa yang dikekang
sudutsudut kedap suara
jikalau kakikaki malam merenggutmu, tuan
dan tak sempat
tuturkan gurat keyakinan
bergegaslah merajuk
rembulan yang sederhana
untuk sekerat pintamu
akan dipahaminya
wahai tuan
pemilik binar menghangatkan
kunjung meraup fajar
tak apalah
asal segera menyirna
dan lekaslah pulang menggandeng fajar
biarkan merahnya
menyeduh ringkih
cemburu ini
untuk rembulan yang mengagumimu
(Februari - 2012)
tak sempat menafsirkan redup
pun kelak diibaratkan lentera
menyulut
mengecam
kuarsa yang dikekang
sudutsudut kedap suara
jikalau kakikaki malam merenggutmu, tuan
dan tak sempat
tuturkan gurat keyakinan
bergegaslah merajuk
rembulan yang sederhana
untuk sekerat pintamu
akan dipahaminya
wahai tuan
pemilik binar menghangatkan
kunjung meraup fajar
tak apalah
asal segera menyirna
dan lekaslah pulang menggandeng fajar
biarkan merahnya
menyeduh ringkih
cemburu ini
untuk rembulan yang mengagumimu
(Februari - 2012)
Subscribe to:
Posts (Atom)