kudapati batu terjal
meninggi lalu berkelok
padang rumput telah binasa
kakikaki beton menjulang
nyiur pelok yang teduh
bising kotak baja menggaung
di perjalanan menuju surgamu
acuhkan terik yang bengis
singkirkan seribu bias penghalang
langkah berkemas pada roda waktu
bisik musim tak lagi kuhirau
meski angin embuskan kesakitan
aku tetap melangkah pergi
di perjalanan menuju surgamu
siang masih enggan beranjak
aku terengkuh dalam pelukan hangat
dan bibirmu mendarat di keningku
seketika kukenal itu sebagai pinta
sepakat tak mau pergi
sepakat tak ingin beringkar
demikian jumpa lekas mengenang
seteguk kemudian beralih pergi
di perjalanan menuju surgamu
(Januari - 2012)
Showing posts with label jenuh. Show all posts
Showing posts with label jenuh. Show all posts
Thursday, January 5, 2012
Friday, December 30, 2011
Dan Karam
menemuimu di pintu jenuh
sempat kukira sebuah pertanda
entah perihal apa kian mengerdil
kau berujar paksa
terkeluh
mungkin segera karam di tepi mendung
langit tempat pertemuan kita
kukira akan sirna
tersebab kelopaknya
meluruh bersama rintik
yang jatuh tepat di pipiku
ucapkan salam
terkunjung pada larut nan pekat
siksa rindu telah memahat luka
cepatcepat aku pulang
lalu bersandar di dadamu
malam yang hening
isakku memecah sepi
dan bulan mengerling iba
namun kau tetap tak ingin singgah
pelanpelan aku akan lenyap
dan karam
(Desember - 2011)
sempat kukira sebuah pertanda
entah perihal apa kian mengerdil
kau berujar paksa
terkeluh
mungkin segera karam di tepi mendung
langit tempat pertemuan kita
kukira akan sirna
tersebab kelopaknya
meluruh bersama rintik
yang jatuh tepat di pipiku
ucapkan salam
terkunjung pada larut nan pekat
siksa rindu telah memahat luka
cepatcepat aku pulang
lalu bersandar di dadamu
malam yang hening
isakku memecah sepi
dan bulan mengerling iba
namun kau tetap tak ingin singgah
pelanpelan aku akan lenyap
dan karam
(Desember - 2011)
Subscribe to:
Posts (Atom)