Beku
Dingin yang menjalar hingga hampir memutuskan syaraf di otakku
Sempat tak kukenali raut-raut yang seharusnya tak boleh kuacuhi
Mungkin terlalu pekat kabut yang menutupi jalan ini
Tatapan yang nyaris kabur, tak setitikpun mampu tertangkap oleh retina mata
Batu
Mungkin batu yang pantas untuk menggambarkan keadaanku
Batu yang beku?
Entahlah..
Aku merasa keras seperti batu
Otakku mendingin dan hampir membeku
Maaf untuk ladang acuhku yang kuhamparkan kepada kalian
Tak sepantasnya kalian menerima ini
Namun sekali lagi, otakku membeku untuk menyesali ini
Mungkin sudah terlambat
:(
(Agustus - 2011)
Showing posts with label dingin. Show all posts
Showing posts with label dingin. Show all posts
Sunday, August 28, 2011
Monday, March 7, 2011
Suasana malamku
Malamku dingin, terbasahi oleh butiran hujan yang terbang membawa angan. Menyapu setiap lelah yang selalu menghadang di ujung kegelapan. Seolah menimang tubuhku dalam ketenangan sukma. Meski rautmu menjelma abadi pada hitam yang mutlak. Menyelaraskan letih, serupa untuk mengagumi tiap lekuk parasmu. Dingin merasuk kalbuku, dan mengutip apapun yang terjerat di separuh khayal. Rajutan mimpi segera menyambutku di gerbang keletihan. Betapapun ia sanggup terjaga, nampaknya waktu tak tega menutup harapan. Pada sekejap malamku yang makin memudar, aku bergumam tentang syair rindu. Masih untuknya, dan mungkin esok masih demikian ...
Subscribe to:
Posts (Atom)