Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

Sunday, December 18, 2011

gerimis di sabtu malam

gerimis di sabtu malam
sembari mengingat sebuah sapa
yang tak kujumpa sejak mentari merekah
hingga rerintik di senja yang jingga
pun kini dikuasai oleh hitam pekat
di selasela tersungging menyimpul
senyum di parasnya yang kerap kali membuatku rindu
terpapar di kedua sudut membiru
buatku merajai waktu
     dan lantas mengharu
duabelas kali enampuluh menit berlalu
gerimisku tetap tanpa sapa darimu


ditulis ketika gerimis, sembari menanti sebuah pesan darinya yang belum memberi kabar dari pagi
(Desember - 2011)

Monday, October 10, 2011

Doa untuk sang Hujan

hujan, coba kau lunturkan warnanya
basuh segenap kepekatan dalam lubuk hatinya
agar ia lebih teduh dan menangguhkan seluruh parasnya

hujan, coba kau basahi hamparan luka yang mulai mengering ini
berikut kekecewaan di sekujur kisah saat musim semi
yang pernah kuseduh bersama irama senja di sore hari

hujan, coba kau sentuh gumpalan rinduku yang lusuh
dengan tanganmu yang mampu membuat insan meluluh
sebab kealpaanmu sanggup membungkam segala keluh

Minggu, 9 Oktober 2011
Untuk hujan pertama kalinya setelah musim kemarau

Tuesday, July 19, 2011

Tentang Kita



"Tik..Tik..Tik..
Bunyi hujan diatas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua"

Untuk hujan yang kadang berpaling dari musimnya
Untuk deras yang senantiasa meredam jejak kemarau
Untuk kelabu yang memecah kebiruan langit
Untuk dingin dan beku yang menjejali rongga hati

"Bintang kecil
Di langit yang tinggi
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ke tempat Kau berada"

Ketika gelap telah mencapai titik terujung
Ketika temaramnya mampu mengusir warna jingga
Ketika sang ratu malam sepakat untuk membuyarkan sandiwara
Ketika kegaduhan seraya lenyap dari pandangan

"Here comes so rain again
Fallin' from the star
Drenched in my pain again
Becoming who we are"

Sahabatku, tetaplah kau menjadi hujan bagi kemarau mereka
Sedang aku tetap menjadi bintang bagi malam mereka
Kita tak pernah berada di satu sisi langit yang sama
Namun kita pasti berada di langit yang sama-sama milikNya


TENTANG KITA = HUJAN DAN BINTANG :)

Dedicated for : arek kriwul eleeeeek

(Juli - 2011)

Friday, July 8, 2011

Kisah tentang Bintang dan Hujan.

Hampir tak pernah ada hujan yang menyapu langit malamku, begitu pula sebaliknya.
Tak pernah ada bintang ketika hujan mengguyur malamnya.
Semuanya berjalan sesuai aturan, bintang di malam tanpa hujan, hujan di langit tanpa bintang.
Baginya, bagiku, dua keajaiban itu terus menerus bergulir tanpa henti, kadang terjadi bersamaan di bagian langit yang berbeda.
Langitku dan langitnya.
Sempat waktu itu tiada satupun menghias langitku, entah itu bintang atau awan.
Kau tahu? Dia datang kepadaku hanya sekedar untuk berucap "Bintangmu pasti kembali" sambil tersenyum.
Meski nyatanya bintangku telah benar-benar pergi.
Dia yang selalu meyakinkanku, bahwa akan ada bintang jatuh terindah yang nantinya menyapaku.
Dan ia sanggup membuatku tersenyum :)
Sampai suatu hari, hujan pun murka.
Tak biasanya hujan hadir bersama guntur, namun kali ini hujan lebih mirip seperti badai.
Dihempaskan tubuhnya menceracaukan apapun yang ia lewati.
Garis-garisnya yang tajam menghunjam dan mengoyak kulit ari.
Hujan memurka tiada penjelasan, melaknat diriku yang sedang menggigil di balik selimut.
Biarkan aku mati kedinginan di tempat ini.
Toh tak ada lagi alasan yang membuatku ingin tetap menanti bintang jatuh.
Namun dirinya kembali tersenyum sambil mengatakan "Bintangmu pasti kembali".
Arrrgggghhhhhhhhhhhhhhhhh.
Sempat ingin kulawan hujan, namun aku juga tak mau menyakitinya.
Hujan adalah bahagianya, tak mungkin aku menodai kebahagiaan miliknya.
Hingga...kutemukan bintang jatuh di langit.
Bintang yang benar-benar indah, dengan tiga kedipan di tubuhnya.
Bintangku satu, tak pernah jadi dua.
Bintangku berbeda, tak mungkin seperti dia.
Bintangku hanya kamu, tak akan berganti dia.
Percayalah.
Aku untuk Bintang, dan Dia untuk Hujan.

***
(Juli - 2011)

Monday, March 7, 2011

Suasana malamku

Malamku dingin, terbasahi oleh butiran hujan yang terbang membawa angan. Menyapu setiap lelah yang selalu menghadang di ujung kegelapan. Seolah menimang tubuhku dalam ketenangan sukma. Meski rautmu menjelma abadi pada hitam yang mutlak. Menyelaraskan letih, serupa untuk mengagumi tiap lekuk parasmu. Dingin merasuk kalbuku, dan mengutip apapun yang terjerat di separuh khayal. Rajutan mimpi segera menyambutku di gerbang keletihan. Betapapun ia sanggup terjaga, nampaknya waktu tak tega menutup harapan. Pada sekejap malamku yang makin memudar, aku bergumam tentang syair rindu. Masih untuknya, dan mungkin esok masih demikian ...

Tuesday, March 1, 2011

Percayalah pada mimpimu ..

Hujan masih setia menitipkan rintiknya padaku, padahal sebenarnya ia tahu bahwa aku bukan orang yang pantas untuk itu. Tubuhku masih terbelenggu oleh cemas, sayapnya memeluk perlahan jantungku yang mulai melemah, mengisyaratkan bahwa aku telah kalah. Tidak! Kukatakan sekali lagi Tidak! Aku tidak mengalah, aku sedang menitih langkah yang termakan jejak kepalsuan untuk sebuah sandiwara. Hanya saja kini seperti melayang, aku terbuai dalam genggaman sang waktu. Lagi-lagi mulutku berucap baik-baik saja, toh waktu selalu berjalan sangat lamban. Derap tangis yang terbungkus tawaku kian melenyap, mungkin saja sebentar lagi akan terganti oleh senyuman...

Dan kupikir pancaran lilin tak selamanya mampu menemaniku dalam menyusuri gelap. Ada kalanya ia temaram, hanya saja aku harus bersabar. Atau aku harus terpaksa berjalan di tengah kegelapan. Mengitarinya hingga letih sampai menemukan sesuatu yang kucari. Malam pun sempat meringis kepadaku, dirinya gagal berkoar tentang hal paling sia-sia yang sedang kukerjakan, namun ternyata aku cukup keras kepala untuk mengabaikan ucapannya...

Entah, mungkinkah malam benar tentang penuturannya. Padahal aku hanya ingin berlari, tetapi mengapa selalu ada sesuatu yang menghalangiku? Aku ingat bahwa warna mimpi manusia tak pernah sama, terkadang juga berbeda dengan harapan. Tetapi aku berjanji, meski sehitam apapun aku akan tetap berlari mengejar mimpiku...akan kulukis warna-warna cerah pada kepala, perut, tangan dan kakinya....kemudian akan kujaga agar tak ada seorangpun yang mencuri mimpiku....

***
Saya punya mimpi, kamu pun juga punya mimpi,
Kita semua punya mimpi,
Dan,....
Percayalah bahwa mimpi kita pasti bisa terwujudkan ...

"I have a dream,
a fantasy,
To help me through reality,
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness
still another mile
I believe in angels,
Something good in everything I see
I believe in angels,
When I know the time is right for me
I'll cross the stream

I have a dream"

Sunday, February 13, 2011

Tatkala Hujan

Hujan menatapku kemudian berlalu. Desir nafas yang meletup-letup, membuat dingin di sekitar kuduk. Rintik yang tertata, sembilu menghasut ingatanku. Ahh bodohnya. Aku tak mau deras memeluk kerak masa laluku. Ia pun hanyut meronta pada hulu nadi. Kemudian lenyap.

Gelak bebatuan mengutuk tawaku. Ironis, melamunkan setangkai kerinduan. Ketika irama hujan berdendang padu. Memecah kesunyian, merobek kemunafikan. Kelatnya kisah saat lalu.

Hujan ini pun mengiringi harapanku. Saat dingin terderap lemah oleh pilu. Ketika kelam telah usang karna sehelai getir. Tatkala rindu terbuai dalam hati yang gersang, saat itulah aku bersimpuh kepada-Nya dan bersyukur atas anugerah terindah-Nya, yaitu kamu :)


Dedicated to : sang Bintang, Pencipta rinduku, my soulmate, "Ferdy Adi Fitra" :)

#Review Puisi : "Hei! Jangan Kau Patahkan"

HEI! JANGAN
KAUPATAHKAN

Hei! Jangan kaupatahkan
kuntum bunga itu
ia sedang mengembang;
bergoyang-goyang dahan-dahannya
yang tua
yang telah mengenal
baik, kau tahu,
segala perubahan cuaca.
Bayangkan: akar-akar
yang sabar menyusup
dan menjalar
hujan pun turun setiap
bumi hampir hangus
terbakar
dan mekarlah bunga itu
perlahan-lahan
dengan gaib, dari rahim
Alam.
Jangan; saksikan saja
dengan teliti
bagaimana Matahari
memulasnya warna-
warni, sambil
diam-diam
membunuhnya dengan
hati-hati sekali
dalam Kasih-sayang,
dalam rindu-dendam
Alam;
lihat, ia pun terkulai
pelahan-lahan
dengan indah sekali,
tanpa satu keluhan.
(Sapardi Djoko Damono, dalam bukunya Hujan Di Bulan Juni - hal. 13)


Puisi diatas adalah puisi yang paling saya sukai dari kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono dalam buku "Hujan Di Bulan Juni". Entah mengapa ketika membaca puisi ini saya sangat kagum dengan diksi yang dipakai beliau. Sederhana namun merasuk. Seperti pada kalimat "saksikan saja dengan teliti bagaimana Matahari memulasnya warna-warni, sambil diam-diam membunuhnya dengan hati-hati sekali". Sungguh lihai, makna yang dapat kita tangkap dari kalimat di atas adalah peran matahari yang mampu 'menghidupkan' juga 'mematikan' tanaman. Maksudnya adalah, seperti yg kita ketahui, matahari dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis. Sepanjang masa tanaman tsb hidup, ia akan menghasilkan bunga atau buah yg berwarna-warni. Disinilah makna dari matahari "memulas warna-warni". Namun, matahari juga mampu 'memusnahkan' tanaman tsb seperti pada pilihan kata "sambil diam-diam membunuhnya dengan hati-hati sekali". Ketika musim kemarau, di saat hujan pergi sejenak untuk beberapa waktu, perlahan tapi pasti tanaman juga akan terbunuh seiring kemarau menguasai musim. Disinilah hebatnya, sang penyair menyebutkan kata membunuhnya dengan hati-hati sekali. Sangat nampak pada kata 'sekali' yg menggambarkan betapa sangat hati-hatinya sang matahari membunuh para tanaman pada musim kemarau, meski itu bukan keinginannya. Ia membunuh dengan perlahan-lahan juga dengan kasih sayangnya, sehingga tanaman pun akhirnya mati terkulai tanpa satu keluhan. Benar-benar menakjubkan. Saya suka puisi ini, dan tentunya salut kepada sang penyair :)

Saturday, January 29, 2011

hujan

rintikmu menemaniku di kala senja
menembus kegelapan yang tak kunjung tiba
dikedua ujung wujudnya semakin dalam
mereka tertata rapi disela dingin yang menyala

**
hujan menjadi pengiring kerinduanku
ia mengantarkan surauan cinta diantara kami
lembut kudengar syair-syair merdu membungkam telingaku
aku tak ingin hujan cepat berlalu

*
hujan, aku senang ketika kau lembut seperti sore ini
temani aku hujan
dan tolong sampaikan salam rinduku kepadanya :)

Thursday, December 23, 2010

afternoon in rainy.

Sekarang, tiap sore Surabaya mesti ujan. Bukan apa-apanya sih tapi mesti ujan datang pas kebetulan aku pulang kuliah. Jas ujan seh punya tapi si Suprul jadi harus dimandiin tiap hari dehh.....

Penjaja kehangatan di Manukan pun jadi makin laris. Bakso, Pangsit, Tauwa, Ronde, Gorengan, Cireng, Jagung rebus pun banyak diincar sama masyarakat. Sebaliknya penjaja es tingting, Es Oyen, Es campur, Es Palu Butung, Es batu jadi makin sedikit yg minat. Tapi kalo aku seh gak terlalu mengikuti tren. Hujan, panas, salju, semi, gugur apapun musimnya minumnya tetep air es. Belum lagi pas ujan gini kok malah kepingin makan es krim Cornetto rasa coklat yg ada di freezer yah? Wkwkwk. Es krim itu kubeli sekitar 10 hari yg lalu. Dan selama itupula aku lupa kalo pernah beli es krim. Hehehe. Tiap beli es krim, aku selalu mencari saat yg tepat untuk menikmatinya, entah waktu tak ada tugas, waktu sendiri dikamar sambil mainan kompi, waktu nonton film bagus di tipi, dll. Sepertinya nanti malam akan kulahap es itu, mengingat umurnya sudah 10hari sejak pembelian. Kapan yah aku diajak Ferdy ke Zangrandi :(
#mupeeeeeeeng

Monday, May 3, 2010

huhuhuu T.T

pagi-pagi gini yo udah ujan . padahal kalo misal aku sekolah gitu mungkin keujanan dijalan . hari ini kan ada upacara Hari Pendidikan . kalo ujan gini, upacaranya bubar donk :D ??


hmm mesti, prolognya gak penting . sebenernya bukan itu yang mau dibahas, gini lho . .

aku lho iri sama mereka-mereka yang ketrima PTN . dan gak lain mereka itu temen-temenku SMP . contohnya nih
si D, ketrima di Unesa, jurusan Matematika
si B, ketrima di Farmasi UNAIR (wiih pengeen T.T)
si E, ketrima di FK Unibraw
si Bi, ketrima di Hukum UGM
si A, ketrima di Fisika UNAIR
si Al, ketrima di Unesa, jurusan D3 teknik apa gitu
dan lain-lain


wih, beruntungnya mereka . pengen banget kayak mereka . tapi mesti, keinginan tak sejalan dengan kemampuan . lagi-lagi harus menyeimbangkan keinginan dengan kemampuan T.T

semoga aku bisa ketrima di Unair atau ITS
aminn