Showing posts with label Mimpi. Show all posts
Showing posts with label Mimpi. Show all posts

Sunday, December 11, 2011

Jengah dengan Malam

Malam ini memang milik kita berdua
           Gelak tawa yang kurindu
Menggenangi sisa-sisa nafas
Mengunci sela keresahan

Aku bergegas meraihmu
         Sebelum matahari terbit
                    Karna tubuhmu akan meleleh
Bersama dengan tarian lumbung

Dan kubungkam sekotak hasratku
        Berikut sepagut dalih takjubmu
Mengapabilakan keheningan
Dengan tabiat luka

Bahtera yang kujunjung kini
Mustahil bila kauubah dengan ingin
              Bila telah jenuh dari kisah
              Ubahlah..maka kau akan terperangah

Nyanyian fajar menanti
       Aku tetap tak ingin pergi
Kiranya aku hanya ingin mati
Lalu berfatamorgana dengan mimpi

Aku jengah dengan malam
Tetapi tidak untuk malam ini

*terima kasih untuk malam ini, sahabatku Fahmi Ibrahim :)
(Desember - 2011)

Tuesday, March 1, 2011

Percayalah pada mimpimu ..

Hujan masih setia menitipkan rintiknya padaku, padahal sebenarnya ia tahu bahwa aku bukan orang yang pantas untuk itu. Tubuhku masih terbelenggu oleh cemas, sayapnya memeluk perlahan jantungku yang mulai melemah, mengisyaratkan bahwa aku telah kalah. Tidak! Kukatakan sekali lagi Tidak! Aku tidak mengalah, aku sedang menitih langkah yang termakan jejak kepalsuan untuk sebuah sandiwara. Hanya saja kini seperti melayang, aku terbuai dalam genggaman sang waktu. Lagi-lagi mulutku berucap baik-baik saja, toh waktu selalu berjalan sangat lamban. Derap tangis yang terbungkus tawaku kian melenyap, mungkin saja sebentar lagi akan terganti oleh senyuman...

Dan kupikir pancaran lilin tak selamanya mampu menemaniku dalam menyusuri gelap. Ada kalanya ia temaram, hanya saja aku harus bersabar. Atau aku harus terpaksa berjalan di tengah kegelapan. Mengitarinya hingga letih sampai menemukan sesuatu yang kucari. Malam pun sempat meringis kepadaku, dirinya gagal berkoar tentang hal paling sia-sia yang sedang kukerjakan, namun ternyata aku cukup keras kepala untuk mengabaikan ucapannya...

Entah, mungkinkah malam benar tentang penuturannya. Padahal aku hanya ingin berlari, tetapi mengapa selalu ada sesuatu yang menghalangiku? Aku ingat bahwa warna mimpi manusia tak pernah sama, terkadang juga berbeda dengan harapan. Tetapi aku berjanji, meski sehitam apapun aku akan tetap berlari mengejar mimpiku...akan kulukis warna-warna cerah pada kepala, perut, tangan dan kakinya....kemudian akan kujaga agar tak ada seorangpun yang mencuri mimpiku....

***
Saya punya mimpi, kamu pun juga punya mimpi,
Kita semua punya mimpi,
Dan,....
Percayalah bahwa mimpi kita pasti bisa terwujudkan ...

"I have a dream,
a fantasy,
To help me through reality,
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness
still another mile
I believe in angels,
Something good in everything I see
I believe in angels,
When I know the time is right for me
I'll cross the stream

I have a dream"

Wednesday, February 23, 2011

Menyulam mimpi ..

Kusematkan hamparan mimpi diantara kemilau pengabaian.
Terkekang oleh sejuta bimbang dan sesal di batas lamunan tiada arahku.
Nuansa yang slama ini kudamba, kini hadir dipersimpangan hasrat.
Ia pun sanggup menopang sejumput buluh perindu pada batas peranda gurauku.
Ahh... kupikir hal ini tak kan mungkin terjadi.
Betapapun patut kuacuhi segala takut yang mendebar ini.
Bahkan, aku tak lihai mengoles harapan suci dalam gerigi keterpaksaan.
Disaksikan oleh kerlingan mereka dalam tawa yang memecah pagi.
Kupeluk dalam harap, kuuntai sekali lagi, lalu ku mulai menyulam seberkas impian, yang mereka tertawakan kemarin.
Melangkah, menanjak dan mengayuh goresan harap yang terkekang dalam keraguan tak bermuara.


***
Rabu, 23 Januari 2011
Kuharap, ini adalah garis awal terwujudnya mimpi-mimpiku :)

Thursday, February 17, 2011

Kau dan Aku

Kau ajari aku bermimpi
Setelah begitu lama aku lupa cara bermimpi
Hingga kau menemukanku
Atau aku yang menemukanmu?
Bukan, kita saling menemukan
Dalam sebuah keajaiban
Kau ajari pula aku tersenyum
Sesungguhnya tersenyum
Bukan hanya segurat lengkung
Aku memujamu
Menyimpan tiap detilmu dalam memori terindahku
Hingga takut itu datang
Takut untuk kehilanganmu
Takut kehilangan mimpi-mimpiku
Yang bersamamu sudah kugambar begitu indah
Meski kita sama-sama tak tau
Kapan mimpi akan terengkuh
Pada akhirnya, akan disini
Meski harus bersabar menanti

Thursday, January 13, 2011

Sandiwara untuk sebuah Mimpi

Ini bukan diriku yang sebenarnya. Yeah, aku menyadarinya. Selama delapan belas tahun hidup didunia, baru kali ini aku memainkan sandiwara dengan skenario yang lumayan panjang. Tentunya aku tak pernah menginginkan ini. Tetapi faktor sitkon lah yang sangat mendukung dalam perwujudan peran di drama ini. Jujur aku bosan dengan aktivitas ini. Menjalani sesuatu tidak sepenuh hati menjadi kunci mengapa aku memainkan drama tersebut.

“...Ini bukanlah tempat yang dapat membuatku berdiri tegak
Mereka bukanlah sekelompok tiang penyandar keluh kesahku
Semuanya nanar, tak dapat kulihat
Yang tampak hanyalah partikel-partikel keegoisan
Disini bukan tempat yang cocok untukku,
aku lelah,
aku ingin keluar...”


Wish i got a dreams better than it.

Keep Studying , Keep Praying , Keep Fighting

Wish me LUCK for June-July 2011